:D

Senin, 23 September 2013

Laporan Praktikum Mempelajari Jaringan Pada Tumbuhan



1.      Judul : Mempelajari Jaringan Pada Tumbuhan
2.      Tujuan:
·         Menjelaskan jaringan-jaringan penyusun tubuh tumbuhan
3.      Dasar Teori :
            Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama. Untuk melakukan proses-proses hidup pada tumbuhan terdapat bermacam-macam sel yang mana mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Sel parenkim, sel ini berdinding tipis yang mana menbentuk suatu jaringan yaitu jaringan parenkim yang merupakan jaringan dasar pembentukkan korteks dan empulur pada batang serta korteks pada akar. ( Parjatmo, 1987, 10)
            Terjadinya jaringan tumbuhan ialah karena adanya atau berlangsungnya pembelahan dari sel-sel, yang dalam hal ini sel-sel yang terjadi tetap melakukan hubungan-hubungan dengan erat antara yang satu dengan yang lainnya. Selanjutnya pembentukkan jaringan-jaringan tersebut sangat erat hubungannya pula dengan pembentukkan berbagai alat pada tumbuhan, akar, batang, daun, bunga, buah dan lain sebagainya. Dalam hal ini, tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu proses dalam hidupnya. Seperti; jaringan meristem yang mampu membelah terus menerus dan membentuk sel-sel baru. (Waluyo, 2006, 71)
Jaringan Meristem
            Secara garis besar, jaringan penyusun tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah dan jaringan ini relatif sangat muda. Jaringan ini memiliki sitoplasma yang penuh dan mempunyai kemampuan totipotensi yang tinggi karena kemampuan membentuk jaringan yang lain berupa jaringan dewasa. Jaringan meristem dapat dibagi menjadi Jaringan meristem primer dan jaringan meristem sekunder. Pada jaringan meristem primer, jaringan ini pada tumbuhan terdapat pada bagian organ yang paling muda ( pada tunas, ujung organ). Jaringan ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrional atau tunas atau lembaga yang mana mempunyai kemampuan untuk membelah, memanjang dan berdefrensiasi serta spesialisasi membentuk jaringan yang dewasa. Jaringan ini cenderung menghasilkan hormon auksin sehingga membuat terjadinya pembelahan yang terus menerus kearah memanjang. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar yang kemudian dikenal dengan meristem apikal yang mengarah ke dominansi apikal. Pertumbuhan jaringan meristem primer ini sering disebut pertumbuhan primer. Jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang bukan melebar, sedangkan pada jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan meristem primer yang melakukan defrensiasi dan spesialisasi. Jaringan ini merupakan jaringan dewasa namun mempunyai kemampuan totipotensi lagi. Jaringan ini berada di bagian tengah dari organ untuk melakukan pembentukan jaringan yang berbeda dari yang sebelumnya. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Pertumbuhannya kearah membesar sehingga menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem sekunder yaitu kambium. (Isharmanto, 2009)
            Jaringan meristem berdasarkan asalnya, meristem dibagi menjadi: meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer adalah meristem yang berkambang dari sel embrional dan merupakan lanjutan dari kegiatan embrio. Terletak pada kuncup ujung batang dan ujung akar atau ujung tunas. Sedangkan, Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi menjadi embrional kembali. Contoh Kambium gabus pada batang  dikotil dan gymnospermae dapat terbentuk dari sel-sel korteks dibawah epidermis.
Jaringan Epidermis
            Jaringan epidermis adalah jaringan yang paling luar dan disusun oleh sel-sel hidup dengan dinding sel yang tipis dan terletak menutupi organ tumbuhan. Jarinagn ini memiliki ciri-ciri diantaranya,
1.         Selnya berbentuk balok, tipis, rapat, serta tidak memiliki ruang antar sel.
2.         Fungsinya sebagai pelindung dilapisi kutikula (lapisan lilin).
3.         Sebagian epidermis ada yang bermodifikasi menjadi sisik/ bulu.
4.         Tidak mempunyai klorofil.
            Berdasarkan letaknya, epidermis dibagi menjadi tiga, yaitu epidermis yang berada didaun, berfungsi untuk melindungi daun dari air. Jaringan epidermis batang yang berfungsi untuk membentuk bulu sebagai alat perlindungan dan jaringan epidermis akar yang berfungsi sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi osmosis. ( Aulia, 2010)
Jaringan Pengangkut
            Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan floem, yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
1) Xilem
            Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang.
            Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.
            Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung  selnya. Transpor air dan mineral pada trakea berlangsung melalui perforasi ini, sedangkan pada trakeid berlangsung lewat noktah (celah) antar sel selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler). Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral, atau jala.
2) Floem
            Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim. Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. (Aulia, 2010)
Jaringan Parenkim
            Jaringan Parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Jaringan Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim. Nama lain dari jaringan parenkim adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1.         Parenkim asimilasi (klorenkim).
Parenkim asimilasi adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
2.         Parenkim penimbun
Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3.         Parenkim air
Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4.         Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
Parenkim penyimpan udara atau aerenkim adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit. ( Aulia, 2010 )
Jaringan Penguat atau Penyokong
            Jaringan penguat berfungsi untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan meliputi dua jaringan yaitu;
1.         Jaringan kolenkim
            Kolenkim terdiri dari sel – sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh. Umumnya terletak pada bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun. Dinding sel yang plastis dan fleksibel pada kolenkim member dukungan yang cukup untuk sel – sel tetangganya. Karena kolenkim jarang menghasilkan dinding sel sekunder, jaringan ini tampak sebagai sel – sel dengan penebalan dinding sel yang ekstensif. Hubungan erat antara jaringan kolenkim dan parenkim tampak pada batang dimana kedua jaringan ini terletak bersebelahan. Banyak contoh menunjukkan tidak adanya batas khusus antara kedua jaringan, karena sel – sel dengan ketebalan sedang ada antara kedua jenis jaringan yang berbeda ini. Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
2.         Jaringan sklerenkim
            Jaringan Sklerenkim adalah jaringan pendukung / penguat pada tanaman. Penebalan lignin terletak pada dinding sel primer dan sekunder dan dinding menjadi sangat tebal. Hanya ada sedikit ruang untuk protoplas yang nantinya hilang jika sel dewasa (gambar jaringan sklerenkim). Sel – sel yang terdiri dari jaringan sklerenkim mungkin terbagi menjadi 2 tipe: serat (fibre) atau sklereid yang keras . Serat atau fibre biasanya memanjang dengan dinding berujung meruncing pada penampang membujur (longitudinal section; L.S.), sedangkan sklereid atau sel batu pada batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid. Sklereid terdapat pada organ tanaman yang biasanya keras baik buah dan biji. Bagian bergerigi pada buah pir disebabkan oleh sel – sel batu (stone cell, sklereid) , biji jambu biji kuga tersusun atas sklereid . Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras.
Jaringan Sektori
            Tumbuhan mengeluarkan senyawa-senyawa dalam tubuhnya melalui jaringan sektori yang terbagi atas jaringan rekresi, ekskresi dan sekresi berdasarkan pada seberapa jauh senyawa yang dihasilkan jaringan itu telah memasuki proses metabolisme. Jaringan rekresi yang mpentinga adalah hidatoda yang merupakan struktur tempat mengeluarkan air. Letaknya diujung trakeid, dapat berupa bangunan sederhana atau berupa jaringan kompleks. Jaringan sekresi dapat berupa rambut kelenjar atau kelenjar. Senyawa yang dihasilkan bermacam senyawa organik.
            Jaringan sekresi terdapat dalam berbagai bagian idioblas, sampai jaringan komplesks. Jaringan sekresi berbeda-beda ada yang berbuku-buku ada yang tidak. Saluran itu ada yang terpisah-pisah ada juga yang bergabung membentuk jala. (Yatim, 1990)
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil
            Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil - Secara umum, tumbuhan Dikotil dan Monokotil dapat dibedakan dengan jelas. Adapun perbedaan struktur tubuh tumbuhan Monokotil dan Dikotil, dijelaskan dalam uraian berikut. Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil apabila dilihat dari akarnya, tumbuhan dikotil  akarnya tersusun dalam akar tunggang yang kokoh. Ujung akarnya tidak diliputi oleh selaput pelindung.  Pada Tumbuhan Monokotil, akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh.  Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung yang masing-masing disebut koleorhiza dan koleoptil.
            Apabila dilihat dari kambiumnya, tumbuhan dikotil memiliki akar dan batang berkambium sehingga dapat mengadakan pertumbuhan membesar dan melebar serta
meninggi, sedangkan tumbuhan monokotil, memiliki akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak dapat mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang ada hanyalah pertumbuhan meninggi. Apabila dilihat dari segi batangnya, tumbuhan dikotil memiliki batang yang bercabang-cabang, sedangkan tumbuhan monokotil memiliki batang yang tidak bercabang-cabang. Dilihat dari struktur daunnya, tumbuhan dikotil memiliki pertulangan daun menyirip atau menjari, sedangkan tumbuhan monokotil memiliki pertulangan daun sejajar atau melengkung.
            Apabila dilihat dari segi bijinya, tumbuhan dikotil memiliki  biji yang berkecambah berbelah dua dan memperlihatkan dua daun lembaga (biji berkeping dua), sedangkan tumbuhan monokotil memiliki biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah (biji berkeping satu). Dilihat dari pembuluh angkutnya tumbuhan dikotil memiliki berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran atau cincin., sedangkan tumbuhan monokotil memiliki berkas pembuluh angkut tidak teratur. Sedangkan dilihat dari bunganya, tumbuhan dikotil memiliki jumlah bagian-bagian bunga 4, 5, atau kelipatannya, sedangkan tumbuhan monokotil memiliki jumlah bagian-bagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya. (Alfiansyah, 2010)
4.      Alat dan Bahan :
4.1  Alat
Mikroskop
4.2  Bahan
Berupa preparat awetan penampang melintang akar, batang dan daun
5.      Cara Kerja :
5.1  Preparat daun
·         Meletakkan preparat penampang melintang daun di bawah mikroskop
·         Mengamati dengan perbesaran lemah ke kuat
·         Menggambar sektor atau juring dari preparat yang menunjukkan jaringan-jaringan daun secara lengkap
5.2  Preparat batang
·         Meletakkan preparat penampang melintang batang di bawah mikroskop
·         Mengamati dengan perbesaran lemah ke kuat
·         Menggambar sektor atau juring dari preparat yang menunjukkan jaringan-jaringan batang secara lengkap
5.3  Preparat akar
·         Meletakkan preparat penampang melintang akar di bawah mikroskop
·         Mengamati dengan perbesaran lemah ke kuat
·         Menggambar sektor atau juring dari preparat yang menunjukkan jaringan-jaringan akar secara lengkap
6.      Hasil Pengamatan :
a.       Preparat Daun Zea mays


 





                                                                                                      

b.     











 






c.        






d.       








e.        






f.        







7.      Pembahasan :
            Pada pengamatan kali ini, kami mengamati jaringan pada tumbuhan, yang mana preparat yang digunakan berupa preparat awetan penampang melintang daun, akar, dan batang. Pada percobaan kali ini, saat mengamati preparat daun yaitu Zea mays dengan perbesaran 40 x 10 terlihat bahwa preparat terdiri dari epidermis yang terdapat ada bagian atas dan bawah permukaan daun atau terdapat di lapisan terluar daun, yang mana epidermis ini berfungsi sebagai pelindung, untuk melindungi jaringan yang terdapat didalam daun, supaya tidak dapat ditembus oleh air dari luar.        Pada daun Zea mays juga terdapat stomata yang mana stomata modifikasi dari daun yang berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selain itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air, jaringan palisade atau jaringan pagar yang mana digunakan pada saat proses fotosintesis. Pada jarngan ini sel-sel nya rapat dan pada saat kegiatan fotosintesisnya lebih aktif sebab memiliki kloroplas yang lebih banyak. Jaringan ini memiliki bentuk silindris, dan terdiri atas susunan yang rapat, dan terdapat jaringan spons atau bunga karang, jaringan ini terdiri dari sel-sel yang tidak rapat atau dapat dikatakan renggang sehingga terdapat ruang antar sel. Tidak hanya melakukan pengamatan Zea mays kami juga melakukan pengamatan pada Ficus elastkika pada daun dengan perbesaran 10 x 10, yang mana juga terdapat epidermis di bagian atas dan bawah, jaringan palisade, jaringan pengangkut serta korteks. Korteks nerfungsi sebagai pembatas antara epidermis dengan endodermis.
            Pada pengamatan selanjutnya kami mengamati preparat awetan berupa penampang melintang batang Zea mays, dengan perbesaran 10 x 10 . Pada preparat ini terdapat beberapa jaringan didalamnya yaitu diantaranya, epidermis yang berfungsi sebagai pelindung, korteks yang terletak langsung dibawah epidermis, jaringan pengangkut yang terdiri atas xylem dan floem. Xylem memiliki fungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil makanan berupa hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh dan juga terdapat jarigan penguat atau jaringan penyongkong yang mana berfungsi sebagai penyongkong. Kami juga mengamati penampang melintang batang Hibius rosasinetis dengan perbesaran 4 x 10 yang mana terdapat beberapa jaringan diantaranya, epidermis, korteks, jaringan parenkim, jaringan kolenkim, jaringan pengangkut yang terdiri atas xykem dan floem, kambium serta empulur. Jaringan parenkim berfungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan, empulur letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
            Selanjutnya pengamatan berupa penampang melintang akar Allium cepa, yang mana terdiri dari epidermis, korteks dan jaringan pengangkut yang terdapat xylem dan floem didalamnya. Kami juga mengamati akar pada Arachis hypogea yang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, jaringan pengangkut serta jaringan penguat. Endodermis tersusun atas sel-sel yang rapat, berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.
8.      Kesimpulan:
1.      Jaringan pada tumbuhan pada umumnya terdiri dari:
a.       Jaringan Meristem
b.      Jaringan Dasar
c.       Jaringan Pelindung
d.      Jaringan Pengangkut
e.       Jaringan Penguat
f.       Jaringan Seketori
2.      Pengamtan pada preparat daun terlihat bahwa didalamnya terdapat:
a.       Epidermis; atas dan bawah
b.      Jaringan spons
c.       Jaringan palisade
d.      Stomata
e.       Jaringan pengangkut
3.      Pada preparat batang terlihat bahwa didalamnya terdapat:
a.       Epidermis
b.      Jaringan penguat
c.       Korteks
d.      Empulur
e.       Jaringan pengangkut
4.      Pada preparat akar terlihat bahwa didalamnya terdapat:
a.       Epidermis
b.      Korteks
c.       Endodermis
d.      Jarngan penguat
e.       Jaringan pengangkut












Selasa, 03 September 2013

Super Junior ^^

uyuuuun ^^ cute





SUPERJUNIOR ^^ fighting ^^


<<< album BONAMANA






Uyun cute nyaa pake kacamata ^^































Selasa, 06 Agustus 2013

Laporan Praktikum Mempelajari Jaringan Pada Hewan


1.      Judul : Mempelajari Jaringan Pada Hewan
2.      Tujuan:
·         Dapat menjelaskan jaringan-jaringan penyusun pada hewan
3.      Dasar Teori :
     Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama ( Tim Dosen Pembina, 2012, 13). Jaringan digolongkan kedalam empat jaringan dasar tubuh dengan susunan dan fungsi yang berbeda, meliputi jaringan epitel, jaringan ikat atau pengikat, jaringan syaraf, dan jaringan otot. Ada juga yang menambahkan: jaringan darah, limfa dan jaringan lemak.
a.  Jaringan epitel:
Epitel menutupi permukaan internal dan eksternal tubuh dan melapisi jaringan dan muara saluran pada permukaan tersebut. Jaringan ini berdasarka lapisan penyusunnya yaitu:
Skuamosa, kuboid, dan silindris
Epitel skuamosa sederhana (endotelium)bdibentuk dari selapis sel gepeng.
Epitel bertingkat dibentuk dari suatu lapis sel skuamosa.
Epitel transisional merupakan bentuk epiteldengan kurang lebih empat lapis sel.
Epitel kuboid membentuk dinding folikel kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon
Epitel silindris membentuk membran mukosa
Epitel silindris berselia memiliki silia yang menonjol dari permukaannya.
( Gibson, 1981, 3)
b.  Jaringan ikat:
     Jaringan yang fungsinya memperkuat tubuh, mengisi tubuh atau menghubungjan jaringan yang satu dengan jairngan yang lain.melihat strukturnya jaringan ikat biasanya mengandung sel yang relatif jarang dengan antar sel yang banyak. (Prajatmo, 1987, 19)
Jaringan Ikat
Jaringan ikat biasa tersusun atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Matriks adalah bahan dasar sesuatu melekat. Sel-sel jaringan ikat:
Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein untuk membentuk matriks
Makrophag : tidak mempunyai bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis
Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak
Sel plasma : Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk meghasilkan antibody.
Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine
Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya: Jaringan ikat longgar Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin. Jaringan ikat padat bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang. Jaringan Ikat Padat terdiri dari 2 jenis yait,  Jaringan Ikat Padat Teratur dan Jaringan Ikat Padat Tak Teratur. Sedangkan, Jaringan Ikat Padat Teratur, berupa Ligamen (penghubung tulang dengan tulang) dan berupa Tendon ( penghubung otot dengan tulang). Jaringan Ikat Padat Tak Teratur memiliki pembungkus tulang dan lapisan dermis kulit. Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur terletak pada Dermis.
Kartilago (Tulang Rawan) berfungsi untuk memperkuat yang bersifat fleksibel pada rangka baik pada embrio maupun pada saat dewasa. Berdasarkan susunan dan matriksnya, kartilago dibedakan menjadi tiga, yaitu : Kartilago Hyalin matriksnya berwarna putih kebiruan dan transparan, dengan konsentrasi serat elastis yang tinggi. Berperan sebagai rangka pada saat embrio, pada orang dewasa terdapat melapisi permukaan sendi antartulang persendian, saluran pernafasan dan ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada. Kartilago fibrosa, matriksnya berwarna gelap dan keruh, dengan serabut kolagen yang tersusun sejajar dan membentuk satu berkas sehingga bersifat keras, Kartilago elastis matriksnya berwarna kuning dengan serabut kolagen yang berbentuk seperti jala. Osteon (Jaringan Tulang Sejati), berdasarkan kepadatan matriks ada atau tidak ada rongga di dalamnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu Tulang kompak (keras) yang tersusun atas matriks yang rapat dan Tulang Spons (bunga karang) yang matriksnya tersusun longgar.
Jaringan Lemak (adiposa)
     Memiliki ciri-ciri yang mana, tersusun dari sel-sel lemak yang tidak membentuk serat atau matriks. Jaringan ini khusus untuk menimbun/menyimpan lemak. Jaringan Lemak memiliki fungsi sebagai bantalan untuk melindungi organ-organ tubuh dari benturan dan sebagai pengatur suhu badan. Jaringan ini terdapat pada seluruh bagian tubuh, di bawah kulit, sekitar persendian, disekitar organ-organ dalam.
Jaringan Darah
Tersusun dari sel-sel darah bebas, memiliki matriks cair berupa cairan /plasma( plasma darah). Sel darah tersusun dari, Eritrosit (sel darah merah), Leukosit (sel darah putih) dan Trombosit (keping darah). Peran Jaringan Darah, jaringan darah berfungsi sebagai pembawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, sisa metabolisme, mencegah infeksi, menutup kulit yang luka berdarah.
Eritrosit (Sel Darah Merah)
Memiliki ciri-ciri, yaitu berbentuk lempengan Bikonkaf, eritrosit tidak memiliki inti sel dan mengandung Hb untuk mengikat O2 dan CO2.
Leukosit (Sel Darah Putih)
Memiliki inti sel, pada leukosit tidak mengandung Hb, dan berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Jenis Darah Putih,  Granulosit dan Agranulosit.
Granulosit memiliki protein granula di sitoplasmanya. Contoh: Neutrofil, Eosinofil, Basofil, sedangkan Agranulosit tidak memiliki protein granula di sitoplasmanya. Contoh: Limfosit dan Monosit
Trombosit (Keping Darah)
Memiliki bentuk lempengan, tidak ada inti sel namun banyak granula dan berfungsi membantu penghentian keluarnya darah akibat kerusakan pada pembuluh darah.
Plasma darah
Merupakan bagian Cairan pada darah, yang mana jumlahnya mendominasi dari sistem keseluruhan (90%) maka darah kita cair. Di cairan darah terkandung protein plasma dan larutan elektrolit serta bahan terlarut, yang meliputi sari makanan, hormon, sisa metabolisme, panas, protein darah. Protein plasma terdiri dari: Albumin, Globulin, dan Fibrinogen.
Jaringan Limfe (Getah Bening)
Memiliki ciri-ciri, tersusun dari serat retikuler dan sel-sel limfosit dan makrofag, terdapat pada organ tymus, kel. Limfe, tonsil dan limpa. Limfosit cenderung berkelompok. Kelompok limfosit disebut Nodulus yang bisa kita jumpai di tonsil, limpa, tymus dan saluran pencernaan. ( Mustabib, 2011)
c.  Jaringan otot
Jaringan yang penting di tubuh yang membuat organ - organ kita bisa bergerak baik gerakan itu sadar maupun tak sadar. Jaringan ini tersusun dari sel-sel otot. Jaringan ini merpuakan alat gerak aktif. Gerak terjadi karena mekanisme kontraksi serat kontraktil. Serat kontraktil terdiri dari bagian Aktin dan Miosin. Jaringan otot mempunyai sifat kontraktibilitas dan relaksibilitas.
Jaringan otot berdasarkan struktur penyusunnya dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Otot  polos,
    Berbentuk seperti gelendong( bagian ujung yang menyempit dengan tengah yang melebar. Inti sel tunggal /satu yang mana letak inti di tengah sel. Myofibrilnya homogen tersusun serabut yang sama misalnya halus semua sehingga terlihat polos. Bekerja tidak atas kemauan kita (Involunter). Memiliki waktu kerja lama dengan kerja yang perlahan. Tanggapan rangsang lama tetapi tidak lelah
2. Otot rangka
    Berbentuk silinder panjang. Memiliki inti sel lebi dari satu letaknya inti selalu di tepi. Miofibril tidak tersusun sama heterogen, serabutnya ada yang halus namun juga ada yang kasar sehingga terlihat bagiannya gelap (anisotrop) dan ada bagian yang terang ( isotrop) sehingga terkihat gekao terang atau lurik. Kerjanya dipengaruhi oleh otak / keasadaran kita ( otot Volunter). Reaksi cepat namun cepat lelah
3.Otot jantung
    Bentuk mirip otot lurik namun bercabang terdapat sinsitium
    Inti sel satu di tengah
    Hanya pada jantung (Myocardium)
    Kerja terus menerus dan tahan lama tanpa lelah , ritmik teratur (Isharmanto, 2009)
d.  Jaringan saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf. Terdapat 3 macam sel saraf: Sel Saraf Sensorik, berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang. Sel Saraf Motorik berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor dan Sel Saraf Penghubung merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain. Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
4.      Alat dan Bahan
4.1  Alat:
Mikroskop
4.2  Bahan:
Berupa preparat awetan jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan oto dan jaringan saraf
5.      Cara Kerja :

Menggambar dan memberi keterangan pada bagian-bagian dari preparat yang terlihat 
Memperhatikan struktur dan bentuk selnya
Apabila mengalami kesulitan, meminta petunjuk dari pembimbing

6.      Pembahasan:
          Dalam pengamatan kali ini kami mengamati jaringan pada hewan. Kami mengamati beberapa preparat awetan yaitu jaringan epitelium, ikat, otot dan saraf. Pada pengamatan jaringan epitel menggunakan awetan jaringan epitel kubus selapis dan perbesaran yang diamati yaitu 4x10.  Pada jaringan epitel ini terlihat kartilago, basement membran dan epitek selapis kubus. Contoh epitel kubus selapis dalam tubuh terletak pada permukaan ovarium, testis, lensa mata dan nefron ginjal. Jaringan ini memiliki beberapa fungsi diantaranya berfungsi sebagai proteksip, untuk melindungi jaringan yang berada disebelah dalamnya dari kerusakan sekaligus pengangkut zat-zat antar jaringan. Sebagai absorbsi, tempat penyerapan dan berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran zat. Pada sel epitel kubus selapis terdapat membran sel yang merupakan lapisan yang melindungi sel (inti sel dan sitoplasma). Membran sel juga berfungsi sebagai alat transportasi bagi sle, yaitu temapt keluar masuknya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran sel ialah dua lapis lipid dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
          Pada pengamatan berikutnya yaitu jaringan ikat, preparat yang digunakan adalah jaringan ikat padat teratur dan jaringan ikat longgar. Perbesaran yang diamati yaitu 40x20. Pada jaringan ikat padat teratur terlihat bahwa letak selnya berjauhan. Hal ini terjadi karena banyak mengandung serat kolagen yang bersusun ke berbagai arah. Serat kolagen berfungsi sebagai bahan pengikat, pemberi kekuatan dan daya renggang yang besar. Sel-sel pada jaringan ikat padat lebih sedikit daripada jaringan pengikat longgar, yang paling banyak terdapat adalah fibroblas. Fibroblas berfungsi untuk meng hasilkan serat dan bahan kandung ekstraseluler. Letak inti pada jaringan ikat padat teratur teretak cenderung ke tepi. Hal ini dipengaruhi oleh adanya sitoplasma. Sitoplasma penyusun utamanya ialah air sebnayak 90%. Fungsi dari sitoplasma yaitu sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Selain itu sitoplasma juga berfungsi sebagai pelindung inti sel. Pada jaringan ikat longgar, perbesarannya menggunakan 40x20. Pada jaringan ini terlihat banyak serabut kolagen yang mempunyai daya elastisitas rendah, daya regang sangat tinggi, berwarna putih, dan bentuknya berupa berkas-berkas beragam. Jaringan ini memiliki beberapa fungsi yaitu diantaranya, yaitu menyokong organ tubuh dan menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lain, membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut, mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya, mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ, pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium, membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh dan memberi bentuk organ dalam seperti kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati. Jaringan ini terdapat di selaput perut, saluran pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson saraf dan kulit.
          Pada pengamatan selanjutnya ialah jaringan otot. Pada pengamatan ini menggunakan preparat awetan jaringan otot jantung dan otot polos. Pada pengamatan jaringan otot jantung menggunakan perbesaran 40 x 10 yang mana terlihat bahwa, jaringan otot jantung ini terdiri atas inti sel, discus intercalaris, membran plasma, granula dan terdapat percabangan atau bercabang-cabang. Serat otot bercabang-cabang karena berkaitan dengan fungsinya, yaitu memompa darah ke bagian-bagian yang sudah menjadi jalannya. Diantaranya di pompa ke atau menuju ventrikel atau menuju keseluruh tubuh. Setiap serat otot jantung memiliki tonjolan-tonjolan dan kesamping membentuk percabangan. Pada jaringan otot jantung letak inti terletak di tengah. Hal ini juga dipengaruhimoleh adanya sitoplasma. Sitoplasma dapat menggeser letak inti. Namun pada jaringan otot jantung ini letak intinya tidak berubah. Discus interkalaris merupakan batas sel yang berbentuk berigi-rigi antara sel-sel otot jantung yang berdekatan. Terdapat membran plasma yang berfungsi untuk melindungi inti dan sitoplasma. Jaringan otot jantung ini hanya pada jantung (Myocardium). Pada otot polos menggunakan perbesaran 10 x 10. Pada otot  ini terdapat inti sel tunggal atau satu yang mana terletak di tengah sel, sitoplasma dan membran sel. Jaringan otot polos ini memiliki bentuk seperti gelendong ( bagian ujung yang menyempit dengan tengah yang melebar. Myofibrilnya homogen tersusun serabut yang sama misalnya halus semua sehingga terlihat polos. Otot polos bekerja tidak atas kemauan kita (Involunter). Jaringan otot polos terdapat pada semua alat alat viscera, misalnya di dinding organ yang berupa saluran seperti pembuluh darah, usus, rahim.
          Pada pengamatan yang terakhir ialah pengamatan jaringan saraf dengan menggunakan perbesaran 40 x10. Pada jaringan ini terdapat granula, membran sel, inti sel dan zat putih. Jaringan ini berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh . Jaringan saraf tersusun dari sel-sel saraf yang disebut Neuron. Neuron meliputi Dendrit , Badan Sel , Akson dengan aksesorosnya. Jaringan ini berupa benang atau juluran pendek panjang yang saling sambung menyambung, sehingga membentuk jaringan. Sayangnya pada jaringan ini hanya terlihat granula, membran sel, inti dan zat putih.
9.      Kesimpulan:
·   Jaringan merupakan kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ
·   Jaringan Jenis jaringan yang umumnya dimiliki oleh vertebrata dan manusia ada 4 macam jaringan yaitu: Jaringan Epitel, Jaringan Penyokong, Jaringan Otot, Jaringan Saraf
·    Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh.
·  Jaringan ikat fungsi menyokong organ tubuh dan menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lain.
· Jatingan otot menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi.
· Jaringan saraf berperan mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh
· Epitelium kubus selapis berfungsisebagai pelindung & sekresi
Jaringan ini terdapat pada: Permukaan ovarium, Testis, Lensa mata, Nefron ginjal dan Kelenjar tiroid
· Jaringan ikat padat teratur terdapat pada lapisan bawah kulit.
Jaringan ikat longgar terdapat di selaput perut, saluran pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson saraf dan kulit.
·Jaringan otot polos terdapat di semua alat alat viscera misalnya di dinding organ yang berupa saluran seperti pembuluh darah, usus, rahim
· Jaringan otot jantung terdapat pada jantung
· Jaringan saraf otak terletak pada otak.

Kamis, 01 Agustus 2013

Berbagi Tips Drum

haiiii ^^
sekarang ak bakalan nge posting tentang tips2 drum yang ak dapet dari @tips_drum yaps ini beberapa tips buaat kaliaan para drummers:
  1. Jika sedang bermain dengan band..utamakanlah lagunya..buat lagunya jd lbh baik..jgn hanya memikirkan variasi atau solo drum saja  
  2. Snare adalah ciri khas seorang drummer..jika anda serius bermain drum,sebaiknya punya snare pribadi  
  3. Saat manggung sebaiknya bawa pedal sendiri..krn pedal yg tersedia blom tentu cocok (atau bagus) sehingga permainan kita maximal  
  4. Anda yg sudah merasa "pintar" coba di cek kembali apakah basicnya sudah benar..dave weckl aja bikin video "back to basic  
  5. Jika basic kita kuat,maka mempelajari sesuatu jd lbh mudah dan lbh cepat..  
  6. Para musisi lbh seneng bekerjasama dgn org yg kemampuannya "cukup" dgn attitude baik,drpd org hebat dgn attitude yg buruk  
  7.  Contoh attitude yg baik: rendah hati,tdk besar mulut,tdk menjelek2an org lain
  8.  Selain attitude,juga dibutuhkan sikap profesional
  9. Contoh sikap profesional: datang tepat waktu,,meski ada mslh tidak dibawa ke pekerjaan  
  10.  tapi kalau kita mau jadi musisi yg baik, sebaiknya kita hrs belajar mendengarkan smua genre musik...walaupun kita ga suka  
  11. kita harus belajar menghargai selera orang  
  12. selera ga bisa ditipu...ga bisa kita "pura2" menyukai genre tertentu...pasti kita kurang nyaman kalau denger musik yg kita ga suka  
  13. jadi kita ga berhak untuk menjelek2kan lagu atau genre tertentu...apalagi menjelek2kan selera orang  
  14. bagi seseorang, suatu genre atau lagu menarik, tp belum tentu untuk orang lain...kembali ke selera (telinga dan hati) kita  
  15. selera itu masalah personal...selera itu ga bisa dipaksakan  
so sekiiaaan duluu tips yang saya dapat darii buaat kalian yg masih penasaraan bisa langsung follow dan jangan lupaa follow saya makasiii ^^

Master Class Excel Mangare Private

haaaaiii eLvez ada kabar terbaruu niee siapa lagiii klo bukan salah satu drummer terbaik Indonesiaaa *taraaaaa Excel Mangare..yups kabar nya niie si doi bakalan ngadain Master Class Private gituuu tepatnya di United Art Studio Jakarta pada tanggal 31 Agustus.. yeah padahal baru beberapa bulan yg lalu kak Excel ngadain Master Class namun sekarang drummer yang satu ini buat satu lagi yang bener2 privat *kayak les gituuu..
dengan jumlah penggemar yang banyak bangeet jadi nyaa peserta yang mau ikuut dibatasii..yang hanya 20 peserta aja.. Wow bener2 bisa privat ni..hehe
menurut sumber yang dipercaya yaituuu
kursi yang tersisa saat ini tinggal 7 kursi (010813) wow buaat kaliaan semua yang pengen banget bisa gabung di Master Class Excel Mangare Private buruuuan deeh daftarin diri kalian di @snaredrumfreakz
Di Private Master Excel Mangare bakalan disdiakan 3 DrumSet utk praktek, dan tentunya proses share ilmu dr kak Excel  akn jauh lbh efektif. so buuaat kalian yang pengen banget di ajarain langsung ama sii Master Drummer yang satuu ini buuruuan daftarin diri kalian sekarang jugaa coz sisa kursi nyaa tinggal dikiit.. :) :D
follow yaah

@ellena_fransina



Justin Bieber New Photo

Beberapa foto-foto terbaru @JustinBieber :)
jangan lupa yaa follow :) makasiiii biebs...